Hukum Istri Selingkuh
Hukum Istri Selingkuh

Pelajari Bentuk dan Hukum Istri Selingkuh dalam Al-Qur’an

Sebuah ikatan pernikahan hendaknya dijaga dan dipertahankan dengan baik agar tetap langgeng sampai akhir hayat. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar.

Ketika rumah tangga dinodai dengan perselingkuhan dari pihak istri, maka sudah menjadi kewajiban suami untuk mempelajari apa hukum istri selingkuh dalam Al-Qur’an dan konsekuensi yang harus dijalani bagi kedua belah pihak.

Pengertian Selingkuh dalam Islam

Suatu hubungan terlarang yang dikenal dengan sebutan selingkuh atau zina dalam agama Islam disebut sebagai Al khianah az zaujiyyah. Artinya adalah, orang yang sudah berkhianat dan tidak memegang amanah untuk setia kepada pasangannya.

Bentuk Perselingkuhan dalam Islam

Setidaknya, ada empat hal yang termasuk dalam kategori selingkuh menurut Islam, yaitu:

  • Pandangan yang Haram

Wujud dari selingkuh melalui pandangan ini adalah melihat sesuatu yang tidak baik dan tidak diperbolehkan dalam Islam. Contohnya adalah melihat lawan jenis yang lebih rupawan, melihat aurat lawan jenis, melihat gambar yang tidak senonoh, dan lain-lain.

  • Pertemuan Haram

Yaitu sebuah pertemuan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya (pasangan sah) yang dilakukan hanya untuk mencari kepuasan semata.

  • Perbincangan yang Haram

Yaitu percakapan yang dilakukan dengan niat untuk merayu atau menarik perhatian lawan jenis.

  • Hubungan Badan Haram

Yaitu suatu perzinahan yang dilakukan bukan dengan pasangannya.

Dalil Perselingkuhan dalam Al-Qur’an dan Maknanya

  1. Al-Ahzab: 59

Makna yang terkandung dalam Surah Al-Ahzab ayat 59 menyatakan tentang perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyerukan kepada setiap muslimah untuk mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh jika hendak keluar rumah. Ini dimaksudkan agar auratnya tidak bisa dilihat oleh orang yang bukan muhrimnya.

  1. An-Nur: 4

Pada Surah An-Nur ayat 4 memiliki makna untuk menghukum orang yang menuduh seorang istri berselingkuh dengan hukuman cambuk sebanyak 80 kali. Hal ini berlaku jika orang tersebut tidak bisa membawa 4 orang saksi yang mengetahui tentang perselingkuhan tersebut.

  1. An-Nur: 2

Dalam Surah An-Nur ayat 2 ini menyatakan tentang perintah untuk menghukum para penzina sebanyak 100 kali hukuman cambuk. Pelaksanaan hukuman tersebut harus dilaksanakan dengan tegas dan disaksikan oleh orang-orang yang beriman.

  1. An-Nur: 30-31

Surah An-Nur ayat 30 dan 31 ini ditujukan kepada para muslim dan muslimah agar menjaga pandangan dan memelihara kemaluannya agar tidak berbuat zina.

Dalam ayat 31 juga menyatakan tentang seruan kepada setiap muslimah untuk menutup aurat dan hanya memperlihatkannya kepada suami mereka.

Sebagai umat Islam, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui pengertian, bentuk dan juga hukum istri selingkuh dalam Al-Qur’an.

Dengan mengetahui informasi tersebut, Anda bisa membentengi diri dengan iman dan taqwa agar tidak terjerumus dalam dosa perzinahan.